Rabu, 05 Mei 2010

LAPORAN PPL I DI SMA NEGERI 7 BANJARMASIN

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan merupakan salah satu hal yang memiliki andil besar untuk kemajuan individu-individu baru yang dimana nantinya akan membentuk manusia yang menjadi generasi penerus bangsa. Pendidikan adalah lembaga yang bertanggung jawab menetapkan cita-cita, tujuan, sistem, isi, dan organisasi pendidikan yang terjadi dalam keluarga, masyarakat dan sekolah Peningkatan mutu pendidikan merupakan pengaruh yang signifikan dalam perkembangan aspek-aspek lain. Oleh sebab itulah pemerintah selalu mengusahakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia ini dengan segala cara. Salah satunya dengan program penyetaraan guru-guru yang ada di indonesia. Hal ini semata-mata dilakukan untuk meningkatkan kualifikasi guru yang didasarkan atas kesiapan guru itu sendiri agar dapat berperan dalam menjalankan tugas secara optimal dan profesional
Peningkatan mutu pendidikan ini sebenarnya merupakan tanggung jawab semua pihak. Salah satu pihak yang sangat berperan dalam peningkatan mutu pendidikan ini adalah guru. Guru sebagai salah satu sumber belajar bagi siswa berkewajiban untuk menyediakan lingkungan belajar yang kreatif kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Dikarenakan tuntutan yang tinggi untuk menjadi seorang guru, maka sebelum terjun langsung menjadi seorang guru nantinya, para calo gurupun diharapkan mempunyai bekal yang cukup sehingga dapat menjadi seorang guru yang profesional dan dapat diandalkan.
Sebagai calon pendidik, para mahasiswa yang menempuh sedang menempuh pendidikan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin diharapkan agar dapat memahami betul mengenai keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki sebagai seorang calon pendidik, agar nantinya dapat menjadi pendidik yang profesional, bertanggung jawab terhadap tugas dan berdedikasi tinggi untuk kemajuan pendidikan.
Melalui Program Pengalaman Lapangan I (PPL I) ini diharapkan agar para calon pendidik dapat mengenai lebih jauh mengenai lingkungan pendidikan, pengaturan administrasi sekolah, dan proses belajar mengajar sebelum nantinya terjun langsung dan menjalani profesi ini secara utuh. Kegiatan observasi pengenalan sekolah ini juga merupakan kegiatan awal sebelum mahasiswa mengikuti program selanjutnya yaitu Program Pengalaman Lapangan II (PPL II). PPL I ini dilaksanakan secara berimbang, terarah dan terpadu yang merupakan kegiatan untuk merekam keadaan dan situasi yang terjadi di sekolah yang bersangkutan.

B. Tujuan Observasi
Pelaksaan observasi di SMA Negeri 7 Banjarmasin sebagai salah satu bagian Program Pengalaman Lapangan 1 (PPL 1) yang ditujukan untuk memenuhi persyaratan perkuliahan dan pembentukan profesi guru yang dapat berperan sebagai tenaga pengajar dan pendidik bagi siswanya.
Dengan Kegiatan Observasi ini, diharapkan mahasiswa dapat :
1. Mengenal keadaan fisik sekolah dan pengaruhnya terhadap interaksi belajar mengajar.
2. Mengenal pelaksanaan kegiatan sekolah.
3. Mengenal pelaksanaan tugas guru dalam proses belahar megajar.
4. Mengenal perangkat kurikulum sekolah.
5. Mengenal pengelolaan sekolah secara umum.
6. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah.
7. Memberikan tanggapan tentang hal yang diobservasi.

C. Waktu Pelaksanaan Observasi.
Kegiatan observasi di SMA Negeri 7 Banjarmasin ini dilaksanakan selama 6 (enam) hari sesuai waktu yang telah dijadwalkan oleh UPPL (Unit Program Pengalaman Lapangan) Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Kegiatan observasi ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 12 April 2010 sampai dengan tanggal 17 April 2010, pada pukul 07.30 sampai dengan pukul 14.00 WITA, kecuali pada hari Jumat pada pukul 07.00 sampai dengan pukul 11.15 WITA.

D. Tempat Pelaksaan Observasi
Berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan oleh UPPL (Unit Program Pengalaman Sekolah) , maka observasi yang saya lakukan bertempat di :
Nama sekolah : SMA Negeri 7 Banjarmasin
Nomor statistik sekolah : 3001156004004
Alamat sekolah :
a. Jalan / Desa : Jalan A Yani Km.5/ Dharma Praja V No. 47
RT.12
b. Kecamatan : Banjarmasin Timur
c. Kabupaten/ Kota : Banjarmasin
d. Kode Pos : 70249
e. Provinsi : Kalimantan Selatan
f. Telepon : (0511) 3253206
g. Fax : (0511) 3250016
h. Website : www.smun7-bjm.sch.id
i. E-mail : info@smun7-bjm.sch.id

E. Sasaran Observasi
Dalam kegiatan observasi ini, ada beberapa hal yang perlu diobservasi sebagai bahan yang penting untuk dikenalkan terlebih dahulu dan merupakan sasaran observasi pengenalan sekolah, yang meliputi :
a. Keadaan Sekolah
1. Keadaan fisik sekolah
2. Administrasi Sekolah

b. Pengenalan perangkat pembelajaran
1. Program tahunan dan program semester
2. Silabus
3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
c. Proses Belajar Mengajar
1. Tahap Kegiatan Awal
2. Tahap Kegiatan Inti
3. Tahap Kegiatan Akhir
Adapun kegiatan yang dilaksanakan selama 6 hari dalam observasi sekolah dapat dilihat pada jurnal harian kegiatan PPL I ( terlampir ).

F. Metode Observasi
Dalam kegiatan ini, ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk memenuhi tugas yang telah ditentukan, antara lain :
1. Metode Observasi
2. Pengamatan langsung, yaitu melihat secara langsung keadaan sekolah.
3. Wawancara, yaitu mengumpulkan informasi secara langsung dengan cara menanyakan kepada orang / sumber tentang data yang diperlukan.
4. Telaah arsip atau dokumen, yaitu data yang diperoleh dari sekolah berdasarkan data-data yang didokumentasikan pada bagian tata usaha.
Sasaran observasi pengenalan sekolah meliputi :






BAB II
PELAKSANAAN OBSERVASI SEKOLAH

2.1 Kegiatan dalam Observasi
Hari/ Tanggal Jam Kegiatan
Senin
12 April 2010












Selasa
13 April 2010




Rabu
14 April 2010

Kamis
15 April 2010






Jum’at
17 April 2009







Sabtu
17 April 2010 07.30 - 08.15
08.30 - 09.00



09.00-09.30



09.30 – 13.00

13.00-14.00


07.30-09.00


10.45 – 12.15


07.30-09.00


07.30-10.00




10.00-10.30


07.00-08.00


09.00-09.30

09.45-11.15



07.30 - 09.00



14.00-14.30 Upacara bendera
Acara penyambutan dari Pihak SMA Negeri 7 Banjarmasin disertai dengan pertemuan bersama Kepala Sekolah serta Dosen pembimbing PPL
Diskusi di Ruang Serbaguna untuk menentukan pembagian tugas observasi sekolah bersama mahasiswa PPL I lainnya.
Observasi ruangan-ruangan yang ada di SMA Negeri 7 Banjarmasin
Diskusi bersama mahasiswa PPL I lainnya mengenai hasil observasi yang telah dilakukan pada hari tersebut
Observasi Kegiatan Belajar Mengajar di kelas X Akselerasi dengan guru pengajar Bapak Darmadi, S.Pd
Observasi Kegiatan Belajar Mengajar di kelas XI IPA 1 dengan guru pengajar Ibu Samitun, S.Pd
Observasi Kegiatan Belajar Mengajar di kelas X.4 dengan guru pengajar Bapak M. Fuadi Wajedi S.Pd
Mengumpulkan data-data hasil observasi yang telah dilakukan selama di SMA Negeri 7 Banjarmasin dan mencari data tambahan lainnya yang masih diperlukan
Rapat bersama mahasiswa PPL I untuk mengadakan perpisahan dengan pihak SMA Negeri 7 Banjarmasin
Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) bersama guru-guru dan staf tata laksana SMA Negeri 7 Banjarmasin
Observasi Ruang Komputer dan Ruang Multimedia
Mengawas pelaksanaan Ulangan Tengah Semester (UTS) mata pelajaran Matematika di kelas X. 6 dengan guru pengajar M. Fuadi Wajedi S.Pd
Mengawas pelaksanaan Ulangan Tengah Semester (UTS) mata pelajaran Matematika di kelas X. 5 dengan guru pengajar M. Fuadi Wajedi S.Pd
Acara Perpisahan bersama guru-guru dan staf tata laksana SMA Negeri 7 Banjarmasin


2.2 Observasi Keadaan Sekolah
2.2.1 Pengenalan Keadaan Fisik Sekolah
A. Identitas Sekolah
Nama sekolah : SMA Negeri 7 Banjarmasin
Nomor statistik sekolah : 3001156004004
Alamat sekolah :
a. Jalan / Desa : Jalan A Yani Km.5/ Dharma Praja V
No.47 RT.12
b. Kelurahan : Pemurus Luar
c. Kecamatan : Banjarmasin Timur
d. Kabupaten/ Kota : Banjarmasin
e. Kode Pos : 70249
f. Provinsi : Kalimantan Selatan
g. Telepon : (0511) 3253206
h. Fax : (0511) 3250016
i. Website : http:// www.smun7-bjm.sch.id
j. E-mail : info@smun7-bjm.sch.id
Status sekolah : Negeri
Didirikan pada tahun : 1973
Dengan surat keputusan :
a. Pejabat : Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
b. Nomor dan Tanggal : 2275/ 2/ 1973
Tanggal 16 Desember 1973
Waktu penyelenggaraan : Pagi hari
Sejak pukul 07.30 – 14.00 WITA (kecuali pada hari Jum’at pukul 08.00 – 11.15 WITA)

B. Letak Geografis Sekolah
Batas-batas lingkungan SMA Negeri 7 Banjarmasin adalah :
- Depan sekolah = Perumahan penduduk
- Belakang sekolah = Perumahan penduduk, lapangan
tenis dan jalan
- Samping kanan sekolah = Perumahan penduduk dan jalan
- Samping kiri sekolah = Menara sutet, Kantor Balai Standarisasi Metrologi Legal(BSML), Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK)
C. Keadaan Fisik Sekolah
Luas Lingkungan Sekolah SMA Negeri 7 Banjarmasin adalah 8.216 m2.
Keadaan Ruangan :
1. Ruang Teori Sekolah : Luasnya 1150 m2
sebanyak 20 buah
2. Ruang Kepala Sekolah : Luasnya 42 m2
3. Ruang Guru : Luasnya 105 m2
4. Ruang Tata usaha : Luasnya 42 m2
5. Ruang Perpustakaan : Luasnya 160 m2
6. Ruang Laboratorium IPA : Luasnya 215 m2
Sebanyak 3 buah
7. Ruang Lab. Bahasa : Luasnya 94 m2
8. Ruang Komputer : Luasnya 144 m2
9. Ruang Multimedia : Luasnya 160 m2
10. Ruang Kesenian : Luasnya 42 m2
11. Ruang BP/BK : Luasnya 42 m2
12. Ruang UKS : Luasnya 36m2
13. Ruang OSIS : Luasnya 42 m2
14. Ruang Ibadah : Luasnya 36 m2
15. Ruang Serba Guna : Luasnya 276 m2
16. Koperasi : Luasnya 42 m2
17. Ruang Tamu : Luasnya 112 m2
18. Gudang : Luasnya 10 m2
19. Gardu : Luasnya 6 m2
20. Ruang Riset (PAS) : Luasnya 42 m2
Sarana Olahraga :
1. Lapangan basket : Luasnya 1800m2
Tempat Parkir :
1. Parkir kendaraan guru/karyawan
2. Parkir kendaraan siswa
Sarana-Sarana Lain :
1. Kamar mandi/ WC Guru dan karyawan : Luasnya 12 m2
sebanyak 2 buah
2. Kamar mandi/ WC siswa : Luasnya 60 m2
sebanyak 10 buah
3. Telepon umum : sebanyak 1 buah
4. Kantin : sebanyak 5 buah
5. Kipas angin
6. AC

D. Keadaan Ruang Teori Sekolah ( Ruang Kelas)
Jumlah Kelas
SMA Negeri 7 Banjarmasin memiliki 20 ruang kelas dengan luas 1150 m2yang terdiri dari :
1. Kelas X, terdiri dari 7 kelas yaitu :
- Kelas X1 - Kelas X3 - Kelas X5 - Kelas X Aksel
- Kelas X2 - Kelas X4 - Kelas X6
2. Kelas XI, terdiri dari 6 kelas yaitu :
- Kelas XI IPA 1 - Kelas XI IPA 3 - Kelas XI IPS 2
- Kelas XI IPA 2 - Kelas XI IPS 1 - Kelas XI IPS 3
3. Kelas XII, terdiri dari 7 kelas yaitu :
- Kelas XII IPA 1 - Kelas XII IPA 3 - Kelas XII IPS 2
- Kelas XII IPA 2 - Kelas XII IPS 1 - Kelas XII IPS 3
- Kelas XII Aksel
Ukuran Kelas
Ukuran setiap ruang kelas 57,5 m2 . Setiap kelas dapat menampung hingga 32 orang siswa, khusus untuk kelas akselerasi, siswanya berjumlah 12 orang.
Kondisi Ruang Kelas
Setiap ruang kelas mempunyai jendela, ventilasi udara, dinding dan lantai serta kebersihan dengan kondisi yang baik.
Perlengkapan Kelas
Di setiap ruangan kelas yang ada di SMA Negeri 7 Banjarmasin terdapat kelengkapan yang sangat memadai dan sangat mendukung jalannya proses belajar mengajar di kelas.
- Meja dan kursi guru
- Meja dan kursi siswa
- Papan tulis
- Papan absensi
- Struktur organisasi kelas
- Daftar pelajaran
- Alat kebersihan
- Gambar pahlawan
- Gambar presiden dan wakil presiden
- Tata Tertib siswa dan ketentuan berpakaian
- Jadwal piket kebersihan
- Bangku panjang di depan kelas
- LCD

Untuk kelas akselerasi terdapat 1 set komputer untuk menunjang proses belajar mengajar.

E. Keadaan Laboratorium
Laboratorium merupakan suatu sarana sekolah yang bermanfaat bagi siswa dalam melakukan praktikum secara langsung, tentang sesuatu hal yang ada didalam materi pelajaran (teori). Dengan adanya laboratorium ini sangat membantu siswa untuk melihat secara langsung tentang sesuatu hal yang sedang mereka pelajari.
SMA Negeri 7 Banjarmasin mempunyai 3 laboratorium IPA dan 1 laboratorium Bahasa. Laboratorium IPA yaitu Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia dan Laboratorium Biologi dengan luas 215 m2. Di setiap laboratorium dilengkapi dengan alat dan bahan penunjang pembelajaran serta tata tertib dalam pemakaian dan juga struktur kepengurusan laboratorium.

F. Keadaan Perpustakaan
Di perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin terdapat buku-buku penunjang pembelajaran, perpustakan juga dilengkapi dengan :
- Meja panjang
- Meja baca kecil
- Meja bundar lesehan
- Kursi
- Televisi
- DVD
- Loker
- Lemari Buku

Peraturan dan tata tertib perpustakaan :
a. Semua siswa berhak meminjam buku perpustakaan yang telah ditentukan
b. Semua siswa yang berhubungan dengan tugas sekolah : OSIS, lomba dan tugas lain atas nama sekolah berhak menggunakan ruang perpustakaan setelah mendapat izin dari pengurus perpustakaan dan sepengetahuan guru yang bersangkutan
c. Siswa berhak meminjam koleksi buku perpustakaan pada saat jam sekolah
d. Setiap siswa harus mengembalikan buku yang telah dibaca atau dipinjam
e. Siswa yang tidak memenuhi peraturan/ ketentuan ini akan mendapat peringatan dan ataupun sanksi
f. Siswa dilarang mencoret-coret koleksi buku/ fasilitas lain di perpustakaan
g. Siswa berhak melaporkan buku/ koleksi perpustakaan lain yang rusak kepada petugas perpustakaan
h. Siswa berhak menggunakan semua koleksi perpustakaan yang telah ditentukan oleh diperpustakaan.
STRUKTUR PERPUSTAKAAN
SMA Negeri 1 Banjarmasin











G. Keadaan Ruang Komputer
Ruang komputer SMA Negeri 7 Banjarmasin dilengkapi dengan 21 komputer untuk siswa dan 1 komputer untuk pengajar yang terletak di depan kelas. Komputer yang dapat berfungsi dengan maksimal bagi siswa untuk saat ini adalah 15 buah.

H. Keadaan Ruang Serbaguna
Ruangan yang mempunyai luas 276m2 ini sangat multi fungsi dikarenakan ruangannya yang cukup luas sehingga dapat menampung banyak orang dan sangat terjaga kebersihannya. Selain itu, di ruang serbaguna ini terdapat sebuah panggung. Ruangan ini dilengkapi dengan banyak kursi plastik yang apabila diperlukan dapat digunakan dan disusun sesuai keperluan, dan apabila sedang tidak digunakan dapat di letakkan di pojok ruangan.

I. Keadaan UKS
Ruangan ini sangat berperan dalam hal membantu siswa-siswa yang mengalami masalah dengan kesehatan selama siswa berada di sekolah. Oleh sebab itulah di ruangan ini tersedia beberapa kasur untuk tempat siswa-siswa beristirahat apabila siswa tengah menghadapi keadaan yang kurang sehat. Selain itu di ruangan ini dilengkapi juga dengan poster –poster yang menerangkan beberapa jenis penyakit yang lumrah terjadi pada siswa-siswa di sekolah. Keadaan ruangan yang bersih membuat siswa merasa lebih rileks.

J. Ruang Ibadah
Ruangan Ibadah terletak tepat di atas UKS, ruangan ini digunakan oleh para personil sekolah yang beragama Islam untuk melakukan kegiatan ibadah. Dikarenakan ruangan ibadah yang tergolong kecil dan diperkirakan tidak bisa menampung siswa-siswa lagi maka sekarang sedang diadakan pembangunan musholla yang lebih besar sehingga dapat menampung lebih banyak lagi siswa-siswa.

K. Keadaan Bimbingan dan konseling di sekolah
Keberadaan guru bimbingan dan konseling (BK) di sekolah sangat diperlukan karena bimbingan konseling juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu siswa yang sedang mengalami kesulitan baik dalam kegiatan belajar maupun di luar kegiatan belajar; pergaulan, keluarga, dan lain-lain. Seperti yang kita ketahui bersama dalam perkembagannya masa remaja adalah masa di mana perubahan terjadi secara signifikan yang dalam perkembangannya yang mungkin saja siswa sebagai seorang remaja tidak siap untuk mengadapi hal itu semua.

L. Keadaan Ruang Multimedia
Ruang ini dilengkapi dengan set komputer dengan layar datar sebanyak 24 buah untuk siswa, 1 buah untuk pengajar, dan masih terdapat 3 layar datar yang digunakan sebagai cadangan.

Tata Tertib Ruang Multimedia :
1. Siswa tidak diperkenankan memasuki ruang multimedia tanpa seizin pengelola/ guru pembimbing.
2. Siapapun yang memasuki ruangan multimedia, sepatu/ sandal harus dilepas dan diletakkan pada tempatnya.
3. Siswa tidak diperkenankan membawa makanan/ minuman ke dalam ruangan multimedia.
4. Setiap siswa harus mengikuti petunjuk dari guru pembimbing.
5. Dilarang membawa software dalam bentuk apapun ke ruang multimedia.
6. Apabila terdapat kerusakan jaringan listrik segera laporkan kepada pengelola/ guru pembimbing.
7. Siswa menggunakan komputer, menjalankan internet atau program lain harus seizin guru pembimbing/ pengelola.
8. Pengguna ruangan multimedia diharapkan selalu menjaga ketenangan dan ketertiban selama berada di ruang multimedia.
9. Semua pengguna ruang multimedia diharapkan senantiasa menjaga dan memelihara peralatan yang tersedia.
10. Setelah selesai bekerja, matikan monitor, CPU, UPS dan AC. Cabut sambungan listrik, UPS dan matikan stop kontk pusat.
11. Tutup kembali monitor dan CPU serta rapikan dan bersihkan meja dan sekitarnya. Kembalikan kursi ke tempat semula dan periksalah barang-barang anda.
12. Pastikan semua jendela dan pintu telah terkunci sebelum meninggalkan ruang multimedia.
13. Pemakai multimedia diluar jam belajar harus seizin pengelola
14. Siswa yang tidak mentaati tata tertib akan dikenakan sanksi/ poin atau tidak diizinkan mengikuti kegiatan di ruang multimedia.
STRUKTUR RUANG MULTIMEDIA
SMA Negeri 1 Banjarmasin















M. Keadaan Ruang Riset (PAS)
PAS bertugas untuk menintegrasikan semua data yang ada di SMA Negeri 1 Banjarmasin, baik itu data siswa, kepegawaian, fasilitas, dan lainnya. Di ruangan ini hanya terdapat beberapa orang yang mengurus data.
2.2.2 Pengenalan Administrasi Sekolah
A. Jadwal Pelajaran
Jadwal pelajaran pada dasarnya sudah dibuat sesuai dengan sistem semester yang berlaku di masing-masing sekolah, termasuk di SMA Negeri 7 Banjarmasin. Jadwal pelajaran ini dibuat secara seksama, terencana, dan terlaksana dengan baik sehingga tidak ada jadwal yang berbenturan antara jam pelajaran yang satu dengan yang lainnya yang diajarkan oleh guru yang sama. Di SMA Negeri 7 Banjarmasin terdapat jadwal pelajaran yang menggunakan kode-kode sesuai dengan nomor urut gurunya.
Jadwal pelajaran di SMA Negeri 7 Banjarmasin untuk kelas X, XI, dan XII untuk semester II tahun ajaran 2009 / 2010 dapat dilihat pada lampiran pada bagian akhir dari laporan yang telah disusun ini. Adapun waktu belajar di SMA Negeri 7 Banjarmasin adalah:
Hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu : 07.30-14.00 WITA
Hari Jum’at : 08.00-11.15 WITA

B. Data Keadaan Siswa
Berdasarkan hasil observasi mengenai keadaan siswa, jumlah keseluruhan siswa yang sedah menempuh pendidikan di SMA Negeri 7 Banjarmasin ini adalah 631orang, yang terdiri dari :
a) Kelas X terdiri dari 207 siswa
b) Kelas XI terdiri dari 200 siswa
c) Kelas XII terdiri dari 224 siswa
Kelas X, XI dan XII memiliki rata-rata 32 siswa di setiap kelasnya, sedangkan untuk kelas akselerasi siswanya berjumlah 12 siswa setiap kelas. Keadaan kelas telah diatur dengan baik, keterampilan seorang guru dalam mengelola kelas juga diharapkan agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan baik.
C. Data Keadaan Guru dan Staf
Keadaan guru di SMP Negeri 1 Banjarmasin :
1. Jumlah guru
Laki-laki : 23 orang
Perempuan : 29 orang
2. Jumlah staf
Laki-laki : 2 orang
Perempuan : 9 orang
3. Status guru
Guru tetap
Laki-laki : 17 orang
Perempuan : 21 orang
Guru tidak tetap
Laki-laki : 6 orang
Perempuan : 8 orang
4. Pembagian tugas guru
Pada umumnya pembagian tugas guru terhadap mata pelajaran yang diasuh sesuai dengan latar belakang pendidikan dan keahlian guru masing-masing. Pembagian tugas guru ditentukan oleh kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah bidang Kurikulum.
5. Formasi guru bidang ilmu (terlampir).
6. Data tentang guru termasuk formasi guru bidang studi (terlampir)







2.3 Pengenalan Perangkat Pembelajaran
2.3.1 Program Pembelajaran ( Program Tahunan dan Program Semester )
Program pembelajaran ini terdiri dari program tahunan dan program semester. Program tahunan berfungsi sebagai acuan untuk membuat program semester. Program tahunan dan program semester dibuat dengan melihat acuan sebagai berikut :
a. Kalender pendidikan untuk menentukan jumlah minggu efektif dan minggu tidak efektif.
b. Aloksasi waktu
c. Silabus untuk kurikulum KTSP.
d. Buku paket atau sumber lainnya yang relevan dengan bidang studi matematika.
e. Format program tahunan dan program semester
Program tahunan adalah rancangan kegiatan pengajaran selama satu tahun ajaran. Sedangkan Program semester adalah perhitungan rancangan pelaksanaan proses pembelajaran suatu mata pelajaran dalam satu semester.
Fungsi dari program tahunan yakni:
1) Sebagai acuan pembuatan program semester
2) Sebagai pedoman bagi pelaksanaan proses pembelajaran secara efektif dan efisien karena memuat urutan yang logis, sistematis, dan hierarkis, serta disesuaikan dengan distribusi alokasi waktu yang tersedia.
Tujuan penyusunan program tahunan dan program semester:
1) Agar tercipta pengaturan materi pelajaran secara logis, sistematis dan hierarkis.
2) Agar alokasi waktu dapat terdistribusi dengan baik.
3) Agar tecapai efisiensi dan efektivitas proses pembelajaran
4) Untuk mengetahui penyelesaian target kurikulum per pokok bahasan.
Program Tahunan yang Digunakan
1. Semester
2. Standar kompetensi
3. Kompetensi dasar
4. Alokasi waktu
Komponen Program Semester yang Digunakan
1. Identitas
a. Mata pelajaran
b. Satuan pendidikan
c. Kelas/semester
d. Tahun pelajaran
2. Perhitungan alokasi waktu(jam pelajaran)
a. Banyaknya pekan dalam semester
b. Banyaknya pekan yang efektif dan tidak efektif
c. Banyaknya waktu efektif

2.3.2 Silabus
Silabus merupakan acuan untuk merencanakan dan melaksanakan program pengajaran, yang terdiri dari bagian-bagian atau komponen yang saling berhubungan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran
Format Silabus yang digunakan adalah :
1. Identitas :
a. Nama sekolah
b. Mata pelajaran
c. Kelas/program
d. Semester
e. Standar kompetensi
2. No kompetensi dasar
3. Kompetensi Dasar
4. Materi Pokok Pembelajaran
5. Kegiatan Pembelajaran
6. Indikator
7. Penilaian
a. Teknik Penilaian
b. Bentuk Instrumen
c. Contoh Instrumen
8. Alokasi Waktu
9. Sumber Belajar

2.3.3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran merupakan persiapan mengajar guru untuk setiap pertemuan dan berfungsi sebagai acuan untuk melaksanakan proses belajar mengajar di kelas secara efektif dan efisien.
Komponen Rencana Pembelajaran dalam KTSP
1. Standar kompotensi
2. Kompotensi dasar
3. Indikator
4. Materi pelajaran
5. Pengalaman belajar
6. Sumber/bahan dan alat
7. Kegiatan belajar mengajar
8. Penilaian
Format Rencana Pembelajaran yang Digunakan
1. Identitas
a. Nama Sekolah
b. Mata Pelajaran
c. Kelas / Semester
2. Standar kompetensi
3. Kompetensi Dasar
4. Indikator
5. Alokasi Waktu
6. Tujuan Pembelajaran
7. Materi Ajar
8. Model Pembelajaran
9. Metode Pembelajaran
10. Langkah-Langkah Pembelajaran
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti
c. Kegiatan Penutup
11. Alat dan Sumber Belajar
12. Penilaian
13. Contoh Instrumen



















2.4 Observasi Proses Kegiatan Belajar Mengajar
Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar I
Hari/Tanggal : Selasa/ 13 April 2010
Jam Pelajaran Ke : 1 dan 2
Waktu : 07.30-09.00 WITA
Kelas : X Akselerasi
Jumlah Siswa : 12 siswa
Pengajar : Bapak Darmadi, S.Pd
Bidang Studi : Matematika
Pokok Bahasan : Peluang
Metode Pengajaran : Ekspositori, Tanya
Jawab dan Diskusi
Model Pembelajaran : Kooperatif
Kegiatan Belajar Mengajar : Baik

1. Tahap Kegiatan Awal
a) Para siswa di kelas berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru yang akan mengajar di kelas mereka
b) Guru menjawab salam siswa
c) Guru mengecek kehadiran siswa
d) Guru melakukan apersepsi :
Guru bertanya kepada siswa : “ Apa itu kaidah pencacahan ?” (Kaidah pencacahan adalah aturan atau cara untuk menghitung banyaknya sesuatu dengan cepat dan tepat)

2. Tahap Kegiatan Inti
a) Guru meminta siswa untuk mengambil salah kertas yang telah disiapkan oleh guru dalam sebuah wadah dalam keadaan kertas berbentuk gulungan-gulungan.
b) Setelah semua siswa mendapatkan kertas masing-masing, siswa diminta oleh guru untuk membuka gulungan tersebut dan melihat warna apa yang ada pada kertas yang telah mereka ambil tadi
c) Siswa yang mendapatkan kertas dengan warna sama (dalam hal ini ada 4 warna, yaitu merah, biru, kuning dan hijau) akan menjadi satu kelompok.
d) Satu kelompok terdiri dari tiga orang
e) Guru membagikan lembar tugas kepada masing-masing kelompok
f) Siswa diberi waktu 10 menit untuk mendiskusikan jawaban dari lembar tugas yang dibagikan oleh guru
g) Guru menanyakan hasil diskusi dari masing-masing kelompok mengenai lembar tugas yang telah dibagikan oleh guru tadi
h) Guru membimbing siswa untuk menemukan konsep dari materi peluang yang diajarkan
i) Guru mengajukan beberapa pertanyaan , bagi kelompok yang dapat menjawab lebih banyak pertanyaan dengan cepat dan tepat pertanyaan tersebut akan mendapatkan penghargaan sebagai kelompok terbaik
j) Guru memberikan penghargaan kelompok terbaik dan memberikan hadiah untuk keberhasilan kelompok terbaik tersebut.
k) Guru memberikan soal-soal sebagai latihan bagi para siswa, antara lain :
1) Ada 5 bilangan : 0,1,2,3,4.
Bilangan-bilangan tersebut dsusun menjadi angka puluhan. Berapa banyak angka genap yang dapat disusun?
2) Jalan dari kota A ke kota B ada 4 jalan
Jalan dari kota B ke kota C ada 3 jalan
Jalan dari kota C ke kota D ada 2 jalan
Berapa banyak jalan yang dapat ditempuh dari kota A ke kota C?
3) Ada 4 orang putra dan 3 orang putri. Ada berapa pasang (putra dan putri) yang dapat dibuat ?
4) Ada 3 topi, 5 baju dan 4 celana. Masing-masing warnanya berbeda. Ada berapa cara untuk memakainya ?
5) Ada angka 1,2,3,4,5,6. Disusun menjadi bilangan ratusan. Berapa banyak bilangan yang dapat disusun jika angkanya tidak berulang?
6) Ada angka 1,2,3,4,5,6. Disusun menjadi bilangan ratusan. Berapa banyak bilangan yang dapat disusun jika angkanya tidak berulang dan ganjil ?
l) Guru memberikan waktu kepada siswa untuk memikirkan jawaban dari soal-soal tersebut.
m) Guru dan siswa membahas penyelesaian dari soal-soal yang telah ditampilkan tersebut secara bersama-sama.

3. Tahap Kegiatan Akhir
a) Guru dan siswa secara bersama-sama menyimpulkan materi yang telah diajarkan pada hari ini
b) Guru memberikan PR
c) Guru menyinggung sedikit mengenai materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya.
d) Para siswa di kelas berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru.
e) Guru menjawab salam siswa







Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar II
Hari/Tanggal : Selasa/ 13 April 2010
Jam Pelajaran Ke : 5 dan 6
Waktu : 10.45-12.15 WITA
Kelas : XI IPA 1
Pengajar : Ibu Samitun, S.Pd
Bidang Studi : Matematika
Pokok Bahasan : Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers
Metode Pengajaran : Ekspositori dan Tanya Jawab
Kegiatan Belajar Mengajar : Baik

1. Tahap Kegiatan Awal
a) Murid berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru yang akan mengajar di kelas mereka
b) Guru menjawab salam
c) Guru mengecek kehadiran siswa
d) Guru menanyakan kepada siswa sampai manakah latihan soal yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya.

2. Tahap Kegiatan Inti
Pada kesempatan kali ini, karena di SMA Negeri 7 Banjarmasin akan melaksanakan kegiatan Ulangan Tengah Semester(UTS), maka guru mata pelajaran matematikapun mengadakan tanya jawab dan memberikan latihan soal kepada para siswa agar mereka lebih siap untuk menghadapi ulangan yang akan diadakan nantinya.
a) Guru memberikan beberapa latihan soal dan meminta para siswa untuk menyelesaikan soal tersebut. Beberapa latihan soal yang diajukan oleh guru, antara lian :
• Dari fungsi f dan g yang dirumuskan oleh f(x) = 2x – 4 dan
(g o f)(x)= 4x2-24x+32. Tentukan rumus fungsi g(x) !
• Fungsi f : R R didefinisikan dengan f(x) = , x≠ . Tentukan f-1 !
• Jika f(x)=x2+4 dan g(x) = . Tentukan (g o f)-1( ) !
• Diketahui f(x) = 2x+3, g(x)=x2 dan h(x) = x + 2
a. Tentukan ( f o g o h )(x) !
b. Hitunglah nilai ( f o g o h )(2)
c. tentukan nilai a yang memuhi ( f o g o h ) = 5
b) Guru berkeliling kelas untuk melihat bagaimana para siswa mengerjakan latihan soal tersebut.
c) Guru membimbing siswa yang kesulitan dalam proses pengerjaan latihan soal tersebut.
d) Bagi siswa yang bisa menyelesaikan latihan soal tersebut dipersilakan untuk maju ke depan dan menuliskan jawabannya di papan tulis agar dapat dilihat oleh siswa lain yang masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal tersebut.
e) Guru bertanya kepada siswa : “Bagaimana anak-anak, ada yang belum mengerti?”. Kalau ada anak yang mengatakan masih belum memahami cara penyelesaian soal tersebut, gurupun akan menjelaskan kembali mengenai cara penyelesaian tersebut.
f) Hal ini dilakukan hingga semua latihan soal yang telah diajukan oleh guru dapat dijawab secara sempurna oleh siswa di kelas.
3. Tahap Kegiatan Akhir
a) Guru mengingatkan siswa bahwa akan diadakan Ulangan Tengah Semester (UTS) pada Hari Sabtu, 17 April 2010 di kelas XI IPA 1 ini dengan materi fungsi komposisi dan fungsi invers.
b) Para siswa di kelas berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru.
c) Guru menjawab salam siswa
Lembar Observasi Kegiatan Belajar Mengajar III
Hari/Tanggal : Rabu/ 14 April 2010
Jam Pelajaran Ke : 1 dan 2
Waktu : 07.30-09.00 WITA
Kelas : X.4
Pengajar : Bapak M. Fuadi Wajedi, S.Pd
Bidang Studi : Matematika
Pokok Bahasan : Trigonometri
Metode Pengajaran : Ekspositori dan Tanya Jawab
Kegiatan Belajar Mengajar : Baik

1. Tahap Kegiatan Awal
a) Murid berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru yang akan mengajar di kelas mereka
b) Guru menjawab salam
c) Guru mengecek kehadiran siswa
d) Guru menanyakan kepada siswa sampai manakah latihan soal yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya.

2. Tahap Kegiatan Inti
Pada kesempatan kali ini, karena di SMA Negeri 7 Banjarmasin akan melaksanakan kegiatan Ulangan Tengah Semester(UTS), maka guru mata pelajaran matematikapun mengadakan tanya jawab dan memberikan latihan soal kepada para siswa agar mereka lebih siap untuk menghadapi ulangan yang akan diadakan nantinya.
a) Guru menuliskan beberapa latihan soal dan meminta para siswa untuk menyelesaikan soal tersebut.
b) Guru berkeliling kelas untuk melihat bagaimana para siswa mengerjakan latihan soal tersebut.
c) Guru membimbing siswa yang kesulitan dalam proses pengerjaan latihan soal tersebut.
d) Guru menanyakan kepada siswa, soal manakah yang dirasa sulit untuk diselesaikan oeh siswa
e) Guru menuliskan jawaban di papan tulis disertai dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa
f) Guru bertanya kepada siswa : “Bagaimana anak-anak, ada yang belum mengerti?”. Kalau ada anak yang mengatakan masih belum memahami cara penyelesaian soal tersebut, gurupun akan menjelaskan kembali mengenai cara penyelesaian tersebut.
g) Hal ini dilakukan hingga semua latihan soal yang telah diajukan oleh guru dapat dijawab secara sempurna oleh siswa di kelas.

3. Tahap Kegiatan Akhir
a) Guru mengingatkan siswa bahwa akan diadakan Ulangan Tengah Semester (UTS) pada Hari Kamis, 15 April 2010 di kelas X.4 ini dengan materi trigonometri.
b) Para siswa di kelas berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru.
c) Guru menjawab salam siswa













BAB III
ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1 Analisis Mengenai Keadaan Sekolah
3.1.1 Analisis Mengenai Keadaan Fisik Sekolah
A. Keadaan Sekolah Pada Umumnya
Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Banjarmasin ini didirikan pada tahun 1973, dengan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 2275/ 2/ 1973 Tanggal 16 Desember 1973. Sekolah ini adalah salah satu sekolah negeri favorit yang ada di Banjarmasin. SMA Negeri 7 Banjarmasin terletak di Jalan A Yani Km.5/ Dharma Praja V No.47 RT.12 Banjarmasin.
SMA Negeri 7 Banjarmasin merupakan sekolah RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional). Namun pada proses pembelajarannya masih belum sepenuhnya menggunakan bahasa inggri, guru-guru yang menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa pengantar pembelajaran. Sesekali terdengar siswaa-siswa yang menggunakan bahasa inggris dalam berkomunikasi di sekolah. Pada sore hari disediakan kelas khusus untuk siswa-siswa yang berminat melanjutkan sekolahnya ke luar negeri nantinya.
Dilihat dari segi fisik, bangunan di SMA Negeri 7 Banjarmasin ini didominasi oleh bahan kayu dan semen. Terlihat sekolah ini tampak kokoh dan terawat. Bangunan ini terletak tidak terlalu jauh dari jalan raya.
Tingkat kedisiplinan yang tinggi diterapkan di sekolah ini. Setiap harinya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah dimulai pada pukul 07.30 WITA kecuali pada hari Jum’at, kegiatan ini dimulai pada pukul 08.00 WITA. Pada jam sekolah petugas piket mengawasi dan mencatat jika ada siswa yang terlambat atau yang berkepentingan (baik itu siswa yang meninggalkan sekolah maupun tamu-tamu sekolah). Bel dibunyikan saat jam masuk pelajaran, istirahat, pergantian jam pelajaran dan saat pelajaran berakhir.
Di lingkungan sekolah tidak terdapat sampah yang berserakan karena sekolah telah menyediakan tong-tong sampah di setiap sudut sekolah untuk menjaga kebersihan sekolah, yang mana tong-tong sampah itupun telah disesuaikan dengan jenis-jenis sampah yang digolongkan menjadi 3 jenis yaitu : Sampah Basah (Sisa makanan, sisa sayuran, daun, dll), Unorganik(Plastik, Kardus, Karet, dll), dan B3(Botol Obat, Baterai, pecahan kaca, dll). Salah satu faktor yang menyebabkan SMA Negeri 7 Banjarmasin ini sangat terjaga kebersihan, kerapian dan keindahannya karena ditunjang oleh kesadaran yang tinggi dari semua siswa dan guru serta para penghuni sekolah lainnya untuk tetap menjaga agar keadaan sekolah tetap bersih dan terjaga. Lingkungan sekolah juga menjadi asri dikarenakan banyak terdapat tanaman-tanaman baik itu di halaman, maupun di depan kelas-kelas.
SMA Negeri 7 Banjarmasin sedang dalam proses membangun musholla baru, sehingga masih ada bahan-bahan bangunan yang berserakan sehingga terlihat kurang rapi. Kantin dalam keadaan tertata rapi dan bersih.
Keamanan sekolah terjaga dengan adanya security yang menjaga sekolah. Selain karena adanya pihak keamanan sekolah, para siswa dan guru juga ikut berpartisipasi dalam menjaga dan mematuhi peraturan serta tata tertib yang berlaku di sekolah. Apabila terjadi pelanggaran maka akan dikenai sanksi. Sanksi ditujukan agar siswa tidak melanggar peraturan lagi.

B. Keadaan Kelas
SMA Negeri 7 Banjarmasin memiliki 20 ruang kelas dengan luas keseluruhannya 1150 m2 . Kelas X terdiri dari 7 kelas, kelas XI terdiri dari 6 kelas dan kelas XII terdiri dari 7 kelas. Setiap ruang kelas ditata sedemikian rupa hingga dapat menampung sampai 32 orang siswa . Selain itu perlengkapan yang tersedia di setiap kelas sangat lengkap dan sangat menunjang proses belajar mengajar pula. Ruangan-ruangan kelas terlihat bersih dengan ketentuan dimana siswa harus melepaskan sepatu sebelum memasuki ruang kelas. Namun dikarenakan ini, masih ada beberapa kelas yang tidak mempunyai rak sepatu sehingga sepatu-sepatu siswa masih berserakan di depan pintu ruangan kelas. Disamping itu, untuk menjaga kebersihan siswanya, SMA Negeri 7 Banjarmasin di lengkapi dengan westafel yang dapat ditemukan di setiap daerah yang ada di sekolah.

C. Keadaan Laboratorium
SMA Negeri 7 Banjarmasin mempunyai 3 laboratorium IPA dan 1 laboratorium Bahasa. Laboratorium IPA yaitu Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia dan Laboratorium Biologi dengan luas 215 m2. Keadaan laboratorium baik dan bersih. Selain itu di setiap laboratorium dilengkapi dengan alat dan bahan penunjang pembelajaran yang lengkap serta tata tertib dalam pemakaian alat-alat praktek di laboratorium.

D. Keadaan Perpustakaan
Perpustakaan SMA Negeri 7 Banjarmasin mempunyai luas 120 m2 memiliki koleksi buku yang cukup banyak dan lengkap serta ditunjang dengan pengelolaan yang terorganisir dan baik serta suasana yang kondusif. Keadaan ruangan yang luas dan nyaman membuat perpustakaan menjadi sangat nyaman . Siswa dapat menggunakan waktu luangnya di perpustakaan baik untuk membaca buku pelajaran maupun membaca buku referensi yang lain. Perpustakaan ini memiliki peraturan yang mesti dijalankan oleh anggota maupun pengunjung perpustakaan sehingga kegiatan di perpustakaan berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu perpustakaan juga dapat dimanfaatkan oleh siswa untuk mengadakan rapat untuk mengadakan acara-acara yang berhubungan dengan sekolah.

E. Keadaan Ruang Komputer
Ruang komputer SMA Negeri 7 Banjarmasin dilengkapi dengan 21 komputer untuk siswa dan 1 komputer untuk pengajar yang terletak di depan kelas. Komputer yang dapat berfungsi dengan maksimal bagi siswa untuk saat ini adalah 15 buah. Ruangan ini terlihat rapi dan bersih.

F. Keadaan Ruang Serbaguna
Ruangan yang mempunyai luas 276m2 ini sangat multi fungsi dikarenakan ruangannya yang cukup luas sehingga dapat menampung banyak orang dan sangat terjaga kebersihannya. Selain itu, di ruang serbaguna ini terdapat sebuah panggung. Ruangan ini dilengkapi dengan banyak kursi plastik yang apabila diperlukan dapat digunakan dan disusun sesuai keperluan, dan apabila sedang tidak digunakan dapat di letakkan di pojok ruangan. Disamping itu ruangan ini selalu terjaga kerapian dan kebersihannya.

G. Keadaan UKS
Ruang UKS dalam keadaan bersih, rapi dan teratur sehingga membuat siswa yang berkeperluan di UKS menjadi merasa lebih rileks.

H. Keadaan Ruang Ibadah
Ruang Ibadah baik, akan dibangun musholla yang lebih besar untuk kenyamanan personil sekolah dal melakukan ibadah.
I. Keadaan Bimbingan dan konseling di sekolah
Ruang BK dalam keadaan rapi dan tersedia bangku tamu untuk menerima kehadiran para siswa yang membutuhkan bimbingan.

J. Keadaan Ruang Multimedia
Di ruangan ini komputer-komputer tersusun dengan rapi, penempatan yang tepat di ruangan ini membuat guru dapat dengan mudah mengawasi kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi saat kegiatan praktek berlangsung.

K. Keadaan Ruang Riset (PAS)
PAS keadaan ruangan yang sangat bersih dan nyaman sehingga menunjang pekerjaan yang dilakukan oleh staf-stafnya.

3.1. 2 Analisis Mengenai Administrasi Sekolah
A. Analisis Jadwal Pelajaran
SMA Negeri 7 Banjarmasin memiliki lesson schedule yang telah terorganisir dengan baik. Setiap hari siswa di hadapkan pada delapan jam pelajaran yang diselingi dengan dua kali istirahat. Pelajaran dimulai dari pukul 07.30 WITA sampai dengan pukul 14.00 WITA .Istirahat pertama pada pukul 09.45-10.00 sedangkan istirahat kedua pada pukul 12.15-12.30. Khusus untuk hari Jum’at, para siswa di SMA Negeri 7 Banjarmasin hanya dihadapkan pada 4 jam pelajaran yang dimulai dari pukul 08.00-11.15 WITA dan istirahat pada pukul 09.30-09.45.

B. Analisis Keadaan Siswa
Berdasarkan hasil observasi mengenai keadaan siswa, jumlah keseluruhan siswa di SMA Negeri 7 Banjarmasin ini adalah 631orang. Kelas X memiliki rata-rata 32 siswa setiap kelas, kelas XI memiliki rata-rata 32 siswa setiap kelas dan XII rata-rata memiliki 32 siswa setiap kelas, sedangkan untuk kelas akselerasi siswanya berjumlah 12 siswa. Keadaan kelas telah diatur dengan baik , keterampilan seorang guru dalam mengelola kelas juga diharapkan agar kegiatan belajar mengajar berjalan baik.
Terdapat lima agama yang dianut oleh siswa-siswa SMA Negeri 7 Banjarmasin, yaitu Islam, Kristen, Khatolik, Budha dan Hindu. Siswa penganut agama Islam berjumlah 174 orang di tingkat kelasX, 171 orang di tingkat kelas XI, dan 196 orang di tingkat kelas XII, sehingga total siswa penganut agama Islam berjumlah 541 orang. Siswa penganut agama Kristen berjumlah 13 orang di tingkat kelasX, 11 orang di tingkat kelas XI, dan 8 orang di tingkat kelas XII, sehingga total siswa penganut agama Islam berjumlah 32 orang. Siswa penganut agama Khatolik berjumlah 11 orang di tingkat kelasX, 10 orang di tingkat kelas XI, dan 14 orang di tingkat kelas XII, sehingga total siswa penganut agama Islam berjumlah 35 orang. Siswa penganut agama Budha berjumlah 6 orang di tingkat kelasX, 7 orang di tingkat kelas XI, dan 5 orang di tingkat kelas XII, sehingga total siswa penganut agama Islam berjumlah 18 orang. Siswa penganut agama Hindu berjumlah 3 orang di tingkat kelasX, 1 orang di tingkat kelas XI, dan 1orang di tingkat kelas XII, sehingga total siswa penganut agama Islam berjumlah 5 orang. Data mengenai siswa ini secara lebih lengkap dan terstruktur dapat dilihat pada lampiran.

C. Keadaan Guru dan Staf
Jumlah guru yang ada di SMA Negeri 7 Banjarmasin adalah 52 orang, itu merupakan jumlah dari guru tetap dan guru yang tidak tetap. Guru yang mengajar rata-rata adalah guru yang berpengalaman di bidangnya masing-masing. Hal itu dapat dilihat dari latar belakang disiplin ilmu yang mereka geluti sehingga penyampaian materi pelajaran dapat dikuasai dengan baik. Untuk mendukung kelancaran program, maka sistem administrasi ditangani oleh tata usaha, serta ada bagian PAS yang mengintegrasikan semua data-data mengenai sekolah

3.2 Analisis Pengenalan Perangkat Pembelajaran
Dengan diwajibkannya seluruh guru bidang studi untuk membuat AMP (Analisis Materi Pelajaran), Program Tahunan, Program Semester, Satuan Pelajaran dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, maka akan memudahkan guru dalam melakukan proses belajar mengajar sehingga tujuan yang diinginkan dalam proses belajar mengajar dapt tercapai dan berhasil dengan baik, sehingga dengan demikian guru dalam menyampaikan materi tidak keluar dari aturn yang telah ditetapkan, yang arrtinya setiap materi yang ingin disampaikan melalui proses pencernaan yang matang.
Dalam menggunakan perangkat pembelajaran guru perlu juga memperhatikan kondisi sekolah terutama yang berhubungan dengan sarana dan prasarana apa saja yang ada di sekolah sehingga dapat memaksimalkan sarana yang telah ada serta mempertimbangkan pula kemampuan dan perkembangan siswa. Disamping itu, guru juga harus memperhatikan keadaan dirinya sendiri pada saat akan menyajikan materi pelajaran. Dengan kata lain, perlu adanya kesiapan dari guru itu sendiri untuk menjalankan proses belajar mengajar di sekolah.

3.3 Analisis Mengenai Proses Belajar Mengajar
3.3.1 Analisis Proses Kegiatan Belajar Mengajar I
1. Tahap Kegiatan Awal
Siswa mengucapkan salam saat guru masuk kelas dan guru menjawab salam siswa. Guru memulai pelajaran dengan memberikan apersepsi mengenai kaidah pencacahan. Guru berusaha untuk mengatur kelas agar siswa dapat memperhatikan pada saat guru memberikan ulasan dengan cara tanya jawab. Hal ini sangat bagus untuk membangkitkan motivasi siswa dan mengarahkan siswa ke materi yang akan diajarkan pada hari itu, yaitu mengenai peluang. Guru memulainya dengan menanyakan pengertian mengenai kaidah pencacaham kepada para siswa.

2. Tahap Kegiatan Inti
Guru menggunakan metode ekspositori, tanya jawab dan diskusi. Dengan menggunakan metode diskusi ini siswa menjadi aktif di kelompoknya masing-masing untuk mengutarakan pendapat mereka mengenai materi yang sedang dipelajari dan mengerjakan lembar tugas yang diberikan oleh guru. Saat tanya jawab berlangsungpun siswa-siswa sangat antusias untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh guru. Menggunakan metode tanya jawab ini dapat meningkatkan aktivitas siswa sehingga siswa juga dapat aktif di kelas. Metode ekspositori digunakan guru untuk lebih mengarahkan siswa ke konsep yang ingin dituju dari materi peluang pada pembelajaran.

3. Tahap Kegiatan Akhir
Siswa dibimbing oleh guru menyimpulkan materi peluang yang telah dipelajari pada hari tersebut, dengan mengajak siswa untuk bersama-sama menyimpulkan materi dapat membantu siswa untuk belajar mengambil kesimpulan dari hal-hal yang telah dipelajari. Guru memberikan PR kepada siswa agar siswa dipastikan akan mengulang pelajaran yang telah dipelajari di sekolah pada hari itu kembali di rumah. Selanjutnya, guru ingin mengarahkan siswa ke materi selanjutnya yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya agar para siswa dapat lebih menyiapkan diri untuk menghadapi materi tersebut pada pertemuan selanjutnya. Siswa mengucapkan salam saat guru akan meninggalkan kelas.

3.3.2 Analisis Proses Kegiatan Belajar Mengajar II
1. Tahap Kegiatan Awal
Siswa mengucapkan salam saat guru masuk kelas dan guru menjawab salam siswa. Guru menanyakan kepada siswa sampai manakah latihan soal mengenai fungsi komposisi dan fungsi invers yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya agar dapat melanjutkan latihan soal selanjutnya pada pertemuan kali ini.

2. Tahap Kegiatan Inti
Guru memberikan beberapa latihan soal untuk dikerjakan oleh para siswa lagi agar siswa dapat menjadi lebih siap untuk menghadapi Ulangan Tengah Semester yang akan dihadapi oleh para siswa. Guru berkeliling kelas untuk memantau bagaimana para siswa mengerjakan latihan soal tersebut. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab soal-soal tersebut dan menuliskannya di papan tulis untuk. Apabila masih ada siswa lain yang belum mengerti dengan jawaban yang dituliskan oleh siswa tersebut, maka siswa diminta untuk menjelaskan dan gurupun menambahkan jawaban dari siswa apabila jawabannya belum lengkap. Hal ini bagus diterapkan agar para siswa berani tapil di depan kelas dan mempertanggung jawabkan pendapatnya sehingga terjadi aktivitas di kelas.

3. Tahap Kegiatan Akhir
Guru mengingatkan siswa bahwa akan diadakan Ulangan Tengah Semester (UTS) pada Hari Sabtu, 17 April 2010 di kelas XI IPA 1 ini dengan materi fungsi komposisi dan fungsi invers agar para siswa lebih siap untuk menghadapinya. Para siswa di kelas berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru. Guru menjawab salam siswa

3.3.3 Analisis Proses Kegiatan Belajar Mengajar III
1. Tahap Kegiatan Awal
Siswa mengucapkan salam saat guru masuk kelas dan guru menjawab salam siswa. Guru menanyakan kepada siswa sampai manakah latihan soal mengenai trigonometri yang telah dikerjakan pada pertemuan sebelumnya agar dapat melanjutkan latihan soal selanjutnya pada pertemuan kali ini.

2. Tahap Kegiatan Inti
Guru memberikan beberapa latihan soal untuk dikerjakan oleh para siswa lagi agar siswa dapat menjadi lebih siap untuk menghadapi Ulangan Tengah Semester yang akan dihadapi oleh para siswa. Guru berkeliling kelas untuk memantau bagaimana para siswa mengerjakan latihan soal tersebut. Guru membimbing siswa yang kesulitan dalam proses pengerjaan latihan soal tersebut. Guru menanyakan kepada siswa, soal manakah yang dirasa sulit untuk diselesaikan oeh siswa. Guru menjelaskan jawaban dari soal-soal yang telah diberikan oleh guru.

3. Tahap Kegiatan Akhir
Guru mengingatkan siswa bahwa akan diadakan Ulangan Tengah Semester (UTS) pada Hari Kamis, 15 April 2010 di kelas X.4 ini dengan materi trigonometri agar para siswa lebih siap untuk menghadapinya. Para siswa di kelas berdiri dari tempat duduk dan mengucapkan salam secara bersama-sama kepada guru. Guru menjawab salam siswa
BAB IV
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan analisis data yang dilakukan di SMA Negeri 7 Banjarmasin selama 6 hari terhitung sejak tanggal 12 April 2010 sampai dengan 17 April 2010 maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. SMA Negeri 7 Banjarmasin terletak di lokasi yang dapat dikatakan sangat strategis untuk mendukung terciptanya kegiatan belajar mengajar yang baik.
2. SMA Negeri 7 Banjarmasin merupakan sekolah yang sangat terjaga kebersihan, kerapian dan keasriannya.
3. SMA Negeri 7 Banjarmasin memiliki sarana dan prasana sekolah yang lengkap untuk menunjang keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
4. Di SMA Negeri 7 Banjarmasin terdapat hubungan yang harmonis antara Kepala Sekolah, guru, staf tata laksana sekolah dan siswa-siswi, menyebabkan terciptanya suasana penuh keakraban dengan rasa kebersamaan serta kekeluargaan yang kental sehingga membuat setiap orang yang berada dan berkunjung ke SMA Negeri 7 Banjarmasin ini menjadi kerasan.
5. Tata tertib sekolah yang ada di SMA Negeri 7 Banjarmasin, baik itu tata tertib untuk siswa maupun untuk guru dilaksanakan dan sijalankan dengan baik dan penuh displin yang tinggi.
6. Perangkat pembelajaran di SMa Negeri 7 Banjarmasin cukup lengkap sehingga guru dan para siswa dapat melakukan proses belajar mengajar dengan baik.
7. SMA Negeri 7 Banjarmasin memiliki guru-guru yang berpengalaman dan ahli di bidangnya masing-masing serta siswa-siswi yang penuh motivasi dalam menuntut ilmu.
8. Tersedianya tenaga administrasi yang handal dan cukup sehingga sekolah dapat menyelenggarakan kegiatan adminstrasi yang terkoordinir dan terlaksana dengan baik.

1.2 Saran-Saran
Adapun saran-saran yang dapat diberikan sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas yang telah dimilki oleh SMA Negeri 7 Banjarmasin adalah sebagai berikut :
1. Kebersihan dan kerapian adalah hal yang patut dibanggakan sehingga hendaknya hal tersebut dapat dipertahankan dan menjadikan sekolah ini contoh teladan untuk sekolah-sekolah lain.
2. Hubungan harmonis yang telah terjaga dengan baik antara Kepala Sekolah, guru, staf tata usaha dan siswa-siswi hendaknya agar selalu dijaga.
3. Kesadaran dan pemahaman siswa terhadap tata tertib sekolah harus terus ditingkatkan.
4. Prestasi yang telah diraih hendaknya dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan sehingga semakin mengharumkan nama sekolah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar